Our Love Story
2017 “Awal Sebuah Cerita”
Semua bermula di bangku SMK. Antara lorong Farmasi dan ruang TKJ, semesta mempertemukan kami lewat sapaan singkat di media sosial. Meski sempat berjalan beriringan dalam ketidakpastian, kisah itu harus terhenti di bulan keempat. Kami pun memilih jalan masing-masing.
2018 – 2020 “Jeda dan Jarak”
Tahun-tahun berlalu tanpa kata. Sempat ada upaya untuk kembali merajut kasih melalui jarak jauh di awal 2020, namun ego dan waktu kembali memisahkan. Kami kembali menjadi dua orang asing yang saling mendoakan dalam diam, tanpa kontak, tanpa kabar.
Mei 2024 “Jawaban di Hari Kelahiran”
Setelah bertahun-tahun sunyi, sebuah ucapan ulang tahun pada 11 Mei 2024 menjadi gerbang pembuka. Keesokan harinya, sebuah pertanyaan sederhana namun penuh kesungguhan terucap: “Jika ingin serius, berapa mahar yang harus dipersiapkan?” Kalimat itulah yang membawa kami kembali pada satu tujuan. Meski terpisah jarak dan hanya bisa berbagi suka duka lewat layar ponsel, keyakinan kami tidak pernah surut.
April 2025 “Pertemuan Setelah 7 Tahun”
Tujuh tahun adalah waktu yang panjang untuk sekadar melihat tatap mata secara langsung. Di Kota Makassar, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kami kembali berpapasan. Pertemuan itu seolah meyakinkan kami bahwa sejauh apapun kaki melangkah, hati tahu ke mana harus pulang.
Januari 2026 “Langkah Kesungguhan”
Januari menjadi saksi keberanian. Dari Makassar ke Palu, niat tulus dibawa untuk memohon restu di hadapan orang tua. Pada 17 Januari 2026, janji suci itu mulai ditenun melalui sebuah lamaran resmi.
April 2026 “Menuju Keabadian”
Kini, pada 2 April 2026, kami akan mengikat janji sehidup semati. Kami percaya bahwa perpisahan hanyalah cara Tuhan untuk mendewasakan, dan doa adalah tali yang menarik kami kembali. Sejauh apa pun kita pergi, jika takdir menuliskan “bersama”, kita pasti akan bertemu lagi.
April 2026 “Menuju Keabadian”
“Semoga pernikahan ini menjadi jalan bagi kami untuk selalu bersyukur dan menjadi pasangan yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Amin.”
“Sejauh apa pun kaki melangkah, hati selalu tahu ke mana ia harus pulang. Karena jika takdir sudah menuliskan namamu, semesta punya seribu cara untuk mempertemukan kita kembali.”