Januari 2025
Pertemuan pertama kami terjadi tanpa direncanakan, di tengah musibah kebakaran dekat sekolah anak saya. Dalam kepanikan hari itu, Tuhan mempertemukan kami dengan cara yang tak terduga—Abang menghampiri dengan sopan, duduk di samping saya, dan dari sanalah cerita kami dimulai.
April 2025
Perjalanan setelah itu penuh lika-liku. Abang beberapa kali mengajak bertemu, bahkan meminta izin untuk datang ke rumah, namun saya selalu menolak. Sampai akhirnya, saya memberanikan diri membuka hati dan menerima undangannya. Dari obrolan seputar perizinan, pekerjaan, dan perpajakan yang ternyata sejalan dengan dunia kami masing-masing, hubungan kami berkembang lebih dalam, hingga kami sepakat untuk saling berkomitmen.
Juli 2025
Di bulan ini, Abang datang menemui orang tua saya dengan ketulusan yang tak bisa saya lupakan. Ia meminta restu, dan memohon agar saya menjadi pendamping hidupnya. Momen itu menjadi titik penting dalam perjalanan kami—langkah yang membuat hubungan ini semakin hangat, dewasa, dan berarti. Dari pertemuan yang tak terduga, tumbuhlah cerita yang kini kami jalani bersama dengan penuh rasa syukur.
Awal Pertemuan
Kisah ini berawal dari pertemuan kita di tahun 2019